Back Catalog
- HP Music
- 24 Sep 2025
- 2 menit membaca
Diperbarui: 7 Okt 2025
Back Catalog: Kenapa Musik Lama Jadi Semakin Populer?

Musik Lama Masih Juara di 2025: Back Catalog Kian Mendominasi
Siapa bilang musik lama bakal tenggelam? Justru sebaliknya. Laporan terbaru Luminate Mid-Year 2025 nunjukin kalau back catalog alias rilisan lama makin nguasain dunia streaming.
Buat yang belum tahu:
Current = musik baru (≤ 18 bulan).
Back Catalog = musik lama (18–60 bulan).
Deep Catalog = musik jadul (lebih dari 60 bulan / 5 tahun).
Dan kabar mengejutkannya: sekarang hampir 75% musik yang diputar di AS adalah katalog lama, sedangkan rilisan baru cuma 24%. Jadi, bisa dibilang musik lama lagi berjaya di era digital ini.
Fakta Penting dari Laporan 2025
1. Streaming Global Masih Naik
Total streaming audio on-demand global tembus 2,5 triliun kali putar di paruh pertama 2025, naik 10,3% dari tahun lalu. Tapi di AS pertumbuhannya lebih lambat, cuma 4,6%.
2. Penjualan Album Menurun
Album fisik dan digital masih turun. Penjualan digital jeblok 17,7%, sementara fisik turun 3,2%. Artinya, streaming tetap jadi raja.
3. Genre yang Lagi Meledak
R&B/hip-hop masih jadi nomor satu di total stream.
Tapi pertumbuhan paling cepat justru datang dari rock, Latin, country, dan gospel.Genre-genre ini mulai naik daun lagi karena algoritma + tren sosial media.
4. Catalog vs Current
Lagu baru (current) di AS turun 3,3% dibanding tahun lalu.
Deep catalog (lagu lebih dari 5 tahun) nyumbang hampir 50% total stream.
Jadi, semakin jelas kalau pendengar sekarang lebih betah nge-loop musik lama.
5. Superfans Semakin Penting
Sekitar 18% pendengar musik di AS disebut sebagai superfans — mereka bukan cuma streaming, tapi juga beli merch, datang ke konser, sampai ikutan komunitas. Inilah orang-orang yang jadi bahan bakar utama industri musik.
6. AI Mulai Masuk Dunia Musik
Pendengar masih terbelah soal AI.
1 dari 3 orang oke dengan AI buat bikin instrumen.
Tapi 44% nggak nyaman kalau AI dipakai buat bikin lagu baru pakai suara penyanyi tiruan.
Apa Artinya Buat Musisi Indie?
Jangan Takut Kalau Musikmu Nggak Langsung ViralRilisan sekarang bisa jadi katalog berharga beberapa tahun ke depan.
Konsistensi Adalah KunciSetiap lagu baru = tambahan katalog. Semakin banyak karya, semakin besar peluang lagumu “dihidupin” lagi sama algoritma di masa depan.
Optimasi Katalog LamaKalau kamu udah punya katalog, jangan biarin nganggur. Pakai strategi playlist, kampanye ulang di sosmed, atau tools optimasi dari platform distribusi biar lagumu balik naik.
Kesimpulan
Di 2025 ini, musik lama bukan sekadar nostalgia — tapi aset paling kuat di industri digital. Data Luminate nunjukin kalau katalog justru lebih dominan dari rilisan baru. Jadi, baik kamu musisi baru atau yang udah punya album lama, inget: setiap lagu bisa timeless kalau dikelola dengan benar.
👉 Mau katalog kamu juga bisa naik lagi di Spotify atau Apple Music? Di HPMusic, kami bantu musisi indie optimasi rilisan lama biar tetap relevan di era digital. Jangan biarin karya berhenti setelah rilis — bikin dia hidup lagi!


























































Komentar